Thursday, November 12, 2009

Mencari inspirasi?

Kegiatan apa yang Anda senangi? Mengapa?
Kegiatan apa yang Anda tidak senangi? Mengapa?
Bacaan tentang apa yang Anda sukai?
Apa yang memberi arti & tujuan dalam hidup Anda?
Apa bakat & keahlian Anda? Bagaimana cara Anda meningkatkannya?
Apa yang sering Anda khayalkan?


dari Make Your Dream Come True, Beverly K. Bachel.

Saturday, July 25, 2009

Tetanus

Tetanus adalah...
Suatu gangguan neurologis/saraf yang ditandai dengan spasme dan peningkatan tonus otot. Tetanus disebabkan oleh toksin tetanospasmin yang dikeluarkan oleh Clostridium tetani, suatu basilus gram positif berpora yang bersifat anaerob total.
Epidemiologi...
Terjadi di seluruh dunia, mengenai semua usia, pria dan wanita, tersebar luas di tanah dan kotoran hewan.
Patogenesis...
Kontaminasi luka dengan kuman tetanus sering terjadi. Luka yang menyebabkan timbulnya keadaan anaerob disukai oleh kuman tetanus. Misalnya luka tusuk dalam, luka akibat kecelakaan, luka ringan seperti luka gores, luka di telinga, luka bakar, luka yang terdapat jaringan mati atau adanya benda asing.
Toksin tetanospasmin akan diproduksi dan berikatan dengan saraf.
Mekanisme kerja toksin...
-Toksin diabsorbsi pada ujung saraf motorik.
-Toksin diabsorbsi oleh susunan limfatik --> sirkulasi darah --> susunan saraf pusat.
Sifat toksin merupakan antigen yang mudah diikat jaringan saraf dan tidak dapat dinetralkan oleh antitoksin spesifik. Namun toksin yang bebas dalam darah dapat dinetralkan oleh antitoksin spesifik.
Empat tipe tetanus...
-generalisata
-lokal
-neonatus
-sefalik
Gejala klinis...
-masa tunas 2-21 hari.
-demam ringan.
-sikap mulut menyeringai pada tetanus (risus sardonikus), trismus, opistotonus, ketegangan otot rahang dan leher (locked jaw).
-kesadaran tetap baik.
-gangguan pernapasan akibat spasme otot pernapasan dan laring yang menyebabkan anoksia dan kematian.
-meninggal.
Pencegahan...
-imunisasi aktif (setelah pemberian imunisasi dasar selanjutnya dapat diulang setiap 10 tahun).
-imunisasi ibu hamil dan penanganan persalinan yang adekuat untuk mencegah tetanus neonatorum.
Penggolongan tetanus...
Berdasarkan PHILLIPS, BLECK, ABLETT.
Profilaksis tetanus...
-pasien datang dengan luka.
-kategori berdasarkan derajat beratnya luka dan riwayat vaksinasi tetanusnya (TABEL).
-anak dan dewasa mendapatkan dosis ATS/HTIG IM yang sama.
a. Luka bersih: suntikkan 250 IU IM.
b. Luka kotor dan yang telah dilalaikan >24 jam serta luka bakar yang luas: suntikkan 500 IU IM.
-khusus untuk luka bakar yang luas,berikan suntikkan ATS/TIG kedua sebesar 250 IU IM pada fase eksudatif akhir (kira-kira 36 jam setelah terjadinya luka bakar tersebut).
-berikan terapi antibiotika dan analgetika.
Tatalaksana...
Tujuan terapi:
1. Menghilangkan sumber toksin.
2. Menetralisir toksin yang belum terikat.
3. Mencegah spasme otot.
4. Menyediakan terapi pendukung, terutama untuk pernapasan, sampai pasien pulih kembali.
Umum:
-perawatan luka.
-diet cukup kalori dan protein.
-isolasi.
-oksigen.
-keseimbangan cairan dan elektrolit.
Obat:
-antitoksin (TIG lebih dianjurkan dibandingkan ATS).
-antikejang.
-antibiotika: penisilin atau tetrasiklin atau metronidazole.
Penatalaksanaan:
1. Pasien harus ditempatkan di ruangan yang tenang dalam ICU, tempat dilakukan observasi dan pemantauan fungsi kardiopulmonar yang kontinu, namun stimulasi dapat diminimalkan.
2. Pertahankan jalan napas.
3. Lakukan eksplorasi luka, pembersihan & debridement.
4. Terapi antibiotika.
5. TIG diberikan dengan dosis:
-dewasa: 3000-6000 IU IM single dose dengan pemberian 5ml (1250 IU/tempat injeksi untuk BB lebih dari 20 kg.
-anak: 500-3000 IU single dose dengan pemberian 2ml (500 IU/tempat injeksi untuk berat BB di bawah 20 kg.
6. Terapi antikejang.
7. Terapi disfungsi otonom
8. Dosis pemeliharaan TIG dapat diberikan tergantung gambaran klinis pasien.
9. Lakukan imunisasi dasar tetanus (lihat TABEL)

Sunday, July 05, 2009

Imunisasi Dewasa

Tetanus, Difteri, Pertusis (Td, Tdap)
diberikan pada pria dan wanita.
bisa diberikan pada rentang usia berapa saja.
dosis pemberian: 1 dosis booster Td tiap 10 tahun. 1 dosis Td bisa diganti Tdap

Human Papilloma Virus (HPV)
diberikan terutama pada wanita, pada pria belum diteliti efektif atau tidak.
biasanya diberikan pada usia remaja sampai usia dewasa awal.
3 dosis ( bulan 0, 2, dan 6)

MMR / Measles (Campak), Mumps (Gondongan), Rubella (Campak Jerman)
diberikan pada pria dan wanita
pada usia 19-45 tahun: 1 atau 2 dosis
pada usia 50 tahun atau lebih: 1 dosis

Varicella (Cacar Air)
diberikan pada pria dan wanita
bisa diberikan pada rentang usia berapa saja
2 dosis (minggu 0, dosis kedua 4-8 minggu kemudian)

Influenza
diberikan pada pria dan wanita
pada usia diatas 50 tahun
1 dosis tiap tahun

Pneumococcal (polisakarida)
diberikan pada pria dan wanita
usia 19-65 tahun: 1-2 dosis
usia 65 tahun lebih: 1 dosis

Hepatitis A
diberikan pada pria dan wanita
bisa diberikan pada rentang usia berapa saja
2 dosis (bulan 0, dosis kedua bulan 6-12)

Hepatitis B
diberikan pada pria dan wanita
bisa diberikan pada rentang usia berapa saja
3 dosis (bulan 0, 1-2, 4-6)

Meningococcal
diberikan pada pria dan wanita
bisa diberikan pada rentang usia berapa saja
1 dosis atau lebih

Zooster
diberikan pada pria dan wanita
diberikan pada usia 65 tahun lebih
1 dosis

*dari Jadwal Imunisasi Dewasa 2009, rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia